Farmakoterapi Diabetes Melitus

Istilah diabetes melitus berasal dari bahasa Yunani “diabainein” yang berarti tembus atau pancuran air dan kata bahasa Latin “mellitus” yang berarti memiliki rasa manis. Dalam bahasa Indonesia, diabetes melitus dikenal dengan istilah penyakit kencing manis atau kencing gula. Penyakit diabetes melitus adalah suatu gangguan atau kelainan metabolisme yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Hiperglikemia kronis merupakan salah satu simptom utama dalam diagnosa diabetes melitus.

Untuk memahami diabetes melitus (DM), konsep-konsep berikut dapat dijadikan acuan: Continue reading

Farmakoterapi Glaukoma

I. PENDAHULUAN

Glaukoma merupakan suatu kelainan pada mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan dalam bola mata (Tekanan Intra Okular = TIO) yang disertai pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang. Sebenarnya glaukoma berasal dari kata yunani glukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma.Sedangkan dalam pengertian yang lain glaukoma adalah suatu penyakit yang tidak berdiri sendiri tetapi disebabkan oleh sekumpulan kelainan pada mata yang merusak serabut saraf optik (neuropati optik),serabut saraf ini berfungsi membawa informasi dari lapisan retina yang sensitif terhadap sinar menuju otak agar dapat diterima sebagai gambar yang dapat kita lihat. Pada banyak kasus, peningkatan tekanan di  dalam bola mata menjadi faktor risiko terpenting sebagai penyebab  glaukoma. Normalnya tekanan di dalam bola mata diukur dalam millimeter air raksa dan nilainya berkisar antara 10 – 21 mm Hg dan rata-rata 16 mm Hg, bila tekanan tersebut  melampaui batas toleransi ketahanan sel-sel saraf  optik maka sel-sel tersebut akan mati dan berakibat hilangnya sebagian atau keseluruhan penglihatan. Setengah dari jumlah penderita glaukoma biasanya tidak mempedulikan gejala peningkatan tekanan bola mata ini, sehingga mereka datang apabila sudah mempunyai masalah yang serius dengan penglihatannya. Penyakit yang ditandai dengan peningkatan tekanan bola mata ini, disebabkan karena bertambahnya produksi cairan mata oleh badan siliar dan berkurangnya pengeluaran cairan mata di daerah sudut bilik mata atau di celah pupil.

   Glaukoma terjadi pada 3 juta penduduk Amerika Serikat dan pada 66,8 juta penduduk duania. Diantaranya ada 135.000 penduduk Amerika Serikat serta 6,7 juta penduduk dunia akan mengalami kebutaan bilateral sebagai hasilnya. Tingkat prevalensinya bervariasi tergantung usia, ras, kriteria diagnosis dan faktor lainya. Di Amerika Serikat, glaucoma sudut terbuka terjadi pada 1,5% penduduk lebih dari 30 tahun, 1,3% dari kulit putih dan 3,5% dari kulit hitam. Insiden dari glaucoma sudut terbuka akan meningkat seiring bertambahnya usia. Insiden tersebut pada pasien 80 tahun terjadi pada 3% penduduk kulit putih, dan 5-8% pada kulit hitam. Prevalensi glaucoma antara orang-orang melayu berusia ≥40 tahun di Singapura adalah 3,4%.

Continue reading

Ligand- & Structure-Based Scaffold Replacement

Scaffold Replacement in MOE

Simon Grimshaw
September 2010
Chemical Computing Group Inc.

Introduction

The progression of an initial hit to a lead candidate is accompanied by a variety of molecular alterations. For example, a portion of the molecule could be replaced, or a group might be added to achieve a particular polar or steric interaction. In fragment-based drug discovery, fragments need to be extended or linked with a scaffold. Computational methods to accelerate these processes are highly desirable.

The application presented in this article builds on MOE’s Linker pharmacophore features, providing a simple-to-use interface that automatically creates complex scaffold replacement queries. Resulting molecules can be refined and scored against any available receptor atoms, and also filtered using molecular properties, pharmacophore, QSAR or fingerprint similarity models. Additionally the synthetic plausibility of the proposed molecules is predicted and can be included as a filter. Examples are shown of the use of the application to optimise an initial hit to the p38 kinase and to replace the scaffold of a known p38 ligand.

Continue reading