Pabrik Nano Dapat Mengawasi Adanya Komunikasi Bakteri

Para ilmuwan di Amerika Serikat telah mengembangkan suatu microdevice yang menyelidiki bagaimana bakteri berkomunikasi dengan satu sama lain untuk meningkatkan resistansi mereka terhadap suatu obat.

Continue reading

Advertisements

Hati-hati Produk Suplemen Bisa Mengancam Ginjal

Ginjal salah satu organ paling penting dalam tubuh.

Berbagai produk suplemen yang beredar di masyarakat disinyalir mengandung satu atau lebih bahan yang dapat menimbulkan risiko penyakit ginjal kronik pada manusia, demikian dikatakan ahli penyakit ginjal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Djarwoto SpPD.

“Satu produk suplemen mengandung vitamin, mineral, bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan, asam amino, dan bahan yang digunakan untuk meningkatkan kecukupan gizi seperti konsentrat, metabolit, konstituen, ekstrak, dan beberapa bahan kombinasi,” katanya, Senin (16/11).

Menurut dia, produk food supplement yang rasional, mengandung multivitamin, kafein, taurin, mineral, dan glukosa. Taurin hingga kini masih diragukan keamanannya, apalagi jika dikonsumsi setiap hari. Continue reading

46 persen Penduduk Indonesia Dehidrasi

Istilah dehidrasi sebenarnya sudah tak asing lagi, namun kondisi ini sering disepelekan. Padahal sebenarnya dehidrasi cukup berbahaya, pada tingkat yang berat dehidrasi bisa menyebabkan kematian. Berdasarkan studi terkini 46,1 persen orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan.

Hal tersebut dipaparkan oleh Prof. Dr.Ir.Hardinsyah dalam laporan hasil penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST). Penelitian tersebut merupakan hasil kerjasama tiga universitas di Indonesia, yaitu Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin, Makasar, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.

Dehidrasi, yang berarti kekurangan cairan tubuh karena jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada jumlah cairan yang masuk, ini bisa menyerang siapa saja, dari anak kecil hingga orang tua.

Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis, yaitu dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 1-2 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).

Dehidrasi dapat mengakibatkan gangguan dalam fungsi otak, seperti menurunnya konsentrasi dan kemampuan berpikir di samping secara fisik dapat menurunkan stamina dan produktivitas kerja. “Kekurangan air satu persen saja sudah bisa menyebabkan gangguan mengingat,” kata Prof.Dr.Hardinsyah.

Dalam survei yang dilakukan di enam kota yang terletak di dataran tinggi dan dataran rendah di Indonesia, yaitu Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makasar, dan Malino, yang melibatkan 1.200 responden berusia 15-55 tahun diketahui 46,1 persen mengalami dehidrasi dengan persentasi remaja lebih besar, yakni sekitar 49,5 persen. Persentasenya juga lebih tinggi pada penduduk yang tinggal di dataran rendah seperti Jakarta, Surabaya dan Makasar.

Usia remaja memang lebih mudah terkena dehidrasi karena pada usia ini umumnya mereka senang melakukan berbagai aktivitas fisik yang tentu menguras tenaga dan juga cairan tubuh. Selain itu 46-82 persen responden menjawab tak mengerti guna air bagi tubuh serta gejala dan akibat dehidrasi.

Menurut Hardinsyah, selain pengetahuan tentang air minum, kurangnya akses terhadap air minum yang aman dan bermutu serta faktor lingkungan ikut memperburuk tingkat dehidrasi. “Banyak anak-anak yang malas minum karena di sekolah mereka tak tersedia toilet yang bersih sehingga mereka bingung bila harus buang air kecil,” paparnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Prof Hardinsyah mengatakan peningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat dalam mengonsumsi air perlu dilakukan. “Pemerintah bisa bekerja sama dengan pihak swasta lewat program tanggung jawab sosial (CSR) untuk melakukan edukasi serta menyediakan toilet yang bersih di sekolah-sekolah,” katanya.

Sebenarnya pemerintah melalui Pedoman Umum Gizi Seimbang sudah menyertakan pentingnya air minum sebagai bagian dari kecukupan gizi untuk tubuh sehat. Sayangnya hal tersebut kurang disosialisasikan. “Manusia membutuhkan air lebih banyak dari makanan,” kata Prof.Hardinsyah.

Jumlah air yang dibutuhkan tubuh sangat bervariasi tergangung pada berat badan, kebutuhan energi, tingkat aktivitas, jenis kelamin, serta lingkungan. Bila diumpamakan kebutuhan energi remaja dan dewasa sekitar 1.800-3.000 kilo kalori, maka seseorang membutuhkan air sekitar 1,8 – 3 liter air per hari. Karena sepertiga konsumsi air tubuh kita juga diperoleh dari makanan, maka konsumsi air dari minuman adalah sekitar 2 liter per hari.

Penulis: AN | Editor: wsn

Beberapa Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Seks

Beberapa Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Seks

image

Direktur Sexual Medicine di Alvarado Rumah Sakit Dr. Irwin Goldstein menjelaskan bahwa aktivitas seksual itu menyehatkan pada tingkat tertentu. Tuhan membuat manusia melakukan hal ini untuk alasan reproduksi.

Seks membuat orang bahagia, lebih aktif secara fisik dan mental, lebih waspada, responsif, sensasional dan lebih menyenangkan. Lalu penyakit apa saja yang bisa ditangkal oleh seks?

1. Flu
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Wilkes University, orang yang berhubungan seks beberapa kali seminggu cenderung memiliki jumlah immunoglobin antibodi A (IgA) lebih tinggi dibandingkan mereka yang berhubungan seks kurang dari sekali seminggu. “IgA adalah garis pertahanan pertama yang melawan pilek dan flu,” kata Carl Charnetski, salah seorang peneliti pada studi Wilkes.

2. Penyakit jantung
Seks meningkatkan aliran darah sehingga memompa jantung Anda. Seks adalah olahraga yang paling sederhana dibanding lari beberapa putaran. Meskipun tidak membakar kalori dalam jumlah besar, seks sekitar 20 menit bisa membakar lemak sekitar 30 kalori.

3. Mengatur tingkat hormon
Mengapa Anda harus peduli? Itu disebabkan hormon sehat terkait dengan siklus haid yang teratur dan mengurangi gejala menopause negatif.

4. Mengobati sakit kepala dan mengurangi rasa sakit fisik
Jika Anda menolak berhubungan seks karena alasan sakit kepala, jangan diulangi lagi. Saat berhubungan seks, tubuh menghasilkan hormon oksitosin yang mengurangi rasa sakit.

5. Mengurangi stres dan menurunkan tekanan darah

Manfaat lain dari oxytocin yang dilepaskan selama orgasme adalah menenangkan saraf. Studi yang dilakukan pada tikus laboratorium telah menunjukkan bahwa oksitosin melawan efek kortisol (hormon stres). Seks juga membantu Anda tidur lebih baik. Ketika ia berguling dan mulai mendengkur setelah pertarungan yang baik di tempat tidur, itu bukan hanya sekedar kelelahan fisik, tetapi karena antitoksin membuat Anda tertidur.

6. Mengurangi risiko kanker prostat
Pada tahun 2003, peneliti Australia menerbitkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa semakin sering pria ejakulasi antara usia 20 dan 50, semakin kecil kemungkinan mereka untuk mengembangkan kanker prostat.

7. Kanker payudara
Menurut Dr Goldstein, studi menunjukkan bahwa perempuan yang sering melakukan hubungan intim memiliki risiko lebih kecil terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak.

8. Meningkatkan harga diri dan mood
Ini adalah manfaat psikologis dari kehidupan seks yang sehat. Menurut Dr Goldstein, kehidupan seks yang sehat mengarah pada kepuasan jangka panjang dengan kesehatan mental seseorang dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berkomunikasi secara jujur dan intim. Orang yang aktif secara seksual kurang cenderung memiliki alexithymia, yang merupakan ciri kepribadian yang ditandai oleh ketidakmampuan untuk mengekspresikan emosi atau memahami. Dengan kata lain, orang melakukan hubungan seks dapat mengekspresikan diri mereka lebih baik. Semakin sering Anda melakukan hubungan seks, depresi dan stres Anda akan semakin berkurang.

9. Mencegah preeklampsia
Preeklamsia adalah suatu kondisi yang cukup umum di mana hipertensi muncul selama kehamilan. Bahkan, tes dilakukan oleh ahli biologi Belanda tahun 2000 menegaskan bahwa ada risiko yang sangat signifikan berkurangnya preeklampsia bagi perempuan yang secara teratur melakukan oral seks.

10. Meningkatkan indra penciuman

Para ilmuwan menemukan bahwa ada lonjakan hormon prolaktin pada pria dan wanita saat orgasme. Pada tahun 2003, sebuah tim peneliti Kanada menemukan pada tikus bahwa sel induk prolaktin di otak dapat mengembangkan neuron baru di pusat penciuman otak.

11. Meningkatkan kontrol kandung kemih
Gerakan panggul saat berhubungan seks sama seperti olahraga kegel. Ini melatih otot-otot yang mengontrol air seni. jadi sering-sering melakukan seks sekarang dapat mencega inkontinensia nanti. (tam/healthline)

Catatan: Dalam budaya Timur dan ajaran islam juga meganjurkan demikian, tetapi dilakukan dengan halalnya atau suami istrinya. Justru jika sex atau berhubungan badan dengan lawan jenis yang berbeda-beda dapat mendatangkan penyakit, seperrti HIV dan penyakit kelamin….

Karena zina haram hukumnya!!!

ANTI KANKER

Penyebab kanker

Degenerasi ganas di masa yang akan datang, dapat merupakan penyebab utama kematian dikarenakan semakin banyaknya masyarakat yang mencapai lanjut usia.

Kanker

Merupakan penyakit sel dengan ciri kegagalan atau gangguan dalam mengatur multiplikasi dan fungsi homeostatiknya dalam organisme multiseluler.

Sifat umum penyakit kanker :

– Pertumbuhan yang berlebihan

Gangguan diferensiasi sel sehingga mirip mudigah

– Bersifat invasif

– Bersifat metastatik

– Bersifat herediter

– Terjadi pergeseran metabolisme menuju makromolekul dalam bentuk nukleosida

dan asam amino, sehingga meningkatkan kebutuhan karbohidrat untuk

pertumbuhannya.

Continue reading

Mahasiswa Farmasi Umi Jadi Korban..

Mahasiswa faramasi umi, Idham dibacok oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.Disinyalir ia merupakan korban salah sasaran dari sekelompok orang yang memakai cadar bak ninja.

Sementara itu korban telah dibawah ke RS. Ibnu Sina dan kemudian dirujuk ke RS. Wahidin Sudirohusodo. Korban terkena luka dibagian dada dan tangan.

Genetic engineering / Rekayasa Genetika

Definition

Genetic engineering alters the genetic makeup of an organism using techniques that introduce heritable material prepared outside the organism either directly into the host or into a cell that is then fused or hybridized with the host.[1] This involves using recombinant nucleic acid (DNA or RNA) techniques to form new combinations of heritable genetic material followed by the incorporation of that material either indirectly through a vector system or directly through micro-injection, macro-injection and micro-encapsulation techniques. Genetic engineering does not include traditional animal and plant breeding, in vitro fertilisation, induction of polyploidy, mutagenesis and cell fusion techniques that do not use recombinant nucleic acids or a genetically modified organism in the process. Cloning and stem cell research, although not considered genetic engineering,[2] are closely related and genetic engineering can be used within them.[3] Synthetic biology is an emerging discipline that takes genetic engineering a step further by introducing artificially synthesized genetic material from raw materials into an organism.

Continue reading